Bicara Hidup
Percakapan panjang semalam hantarkan padaku satu refleksi pagi ini--- tentang bagaimana sebaiknya-terbaiknya kita menghidupi hidup: 1. Duduk diam di kabin nyaman sampai perahu tiba di tujuan, atau putar haluan ke pulau impian, meski badai bisa terjang-balikkannya kapan saja. (Apa iya duduk di kabin nyaman-nyaman saja? Tidak, katamu. Di dalam sana ada bom waktu. Sementara, kau siap saja putar haluan hadapi badai, tapi masalahnya: kau sendiri masih mencari, belum dapatkan titik koordinat yang tepat. Lalu?) 2. Kalau kasta telah merupa sajadah---lalu apa/siapa yang sebenar-semestinya kita sembah? Bukankah di mata Tuhan dan semesta semua manusia hanya butiran debu yang sama? (Bicara kasta, kita sama lebih rendah dan pasti kalah, dan--- pada sisi ini, aku sungguh tak punya waktu untuk berseteru, apalagi bertarung untukmu.) 3. Terkadang logika memang harus mentahkan rasa, karena rasa bisa jadi sesaat saja. Namun, realita ada...