Sekelumit Kesan: Sang Kapten
Tak ada kata selesai untuk sebuah singgah, juga sebuah lewat---kecuali ia betul-betul t'lah berakhir dengan sebuah wafat. Demikian halnya sebuah hadir. Ia bisa berulang-ulang pergi, tetapi juga bisa berkali-kali mampir lagi, menghadir lagi, meski untuk selewatan saja. Maka, tak perlu ada kehilangan disertai sedu sedan, bukan? Belakangan ini, saya telah agak skeptis terhadap kematian. Berita meninggalnya orang-orang dekat pun sama sekali tak membuat saya "terjatuh dan tak bisa bangkit lagi", apalagi "terjebak dalam lautan luka dalam", hehe. Ya, buat apalah sebuah wafat ditangisi teramat-amat, karena toh kita semua akan berkumpul lagi di akhirat, bukan? Saya pun bukan orang yang gampang terharu, Pak. Namun, kepergianmu yang tiba-tiba tanpa pertanda, tanpa kode-kode apa juga, tanpa salam-pamit sebelumnya, tentulah menyisa tanya dan cukup menyesak dada. Dan, kedatanganmu yang sekali pagi tadi rasanya cukup jadi alasan bagi saya untuk terharu. Saya bahkan masi...