Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2021

INSECURED MIRROR - EPILOGUE

Gambar
  “JU, tolong aku! Feus neror aku lagi. Sepertinya dia serius. Dia akan menculik anak-anakku dan akan membunuh aku dan Daza juga, Ju!” “Hei, hei. Kenapa kamu jadi manja begitu, sih? Kamu nggak punya alasan untuk takut menghadapi dia. Kamu pasti bisa mengatasinya, Sa.” “Tapi, gimana kalau dia beneran nekat?” “Sa, coba camkan ini. Sebenarnya kita semua sama, Sa. Kamu, aku, Netta..., dulu kita sama-sama punya masalah dalam kontrol diri, dalam mengendalikan emosi. Bedanya, kamu selalu lebih beruntung. Dari awal kamu lebih punya pertahanan diri yang kuat. Kamu mampu menyembunyikan kelemahanmu dengan baik. Kamu juga tahu persis apa-siapa yang kamu butuhkan, yang mampu menjaga kamu tetap berada dalam zona normal....” “Ya. Daza. Dialah penyembuhku, penjagaku, penormalku. Sejak pertama mengenal dia, aku sudah tahu, dialah yang mampu membuatku utuh.” “Nah, itu. Sayangnya, kami tidak seberuntung kamu. Aku dan Netta perlu dihantam oleh kejadian besar dulu untuk mampu becermin baik-b...

INSECURED MIRROR #20 - ABOVE-GROUND

Gambar
  MALAM ini, Sasha sedang duduk sendiri di depan laptop. Daza dan anak-anak sudah tidur. Dia ingin menulis sesuatu, tetapi belum ada ide yang mampir ke kepalanya. Iseng, dia membuka akun Facebook-nya, hendak menulis sebuah puisi pendek tentang betapa bahagia hidupnya sekarang, di status berandanya. Tak sengaja, matanya melirik dua pigura ukuran besar yang terpajang di tembok. Yang satu adalah foto upacara perkawinannya dengan Daza yang sederhana tetapi khidmat dan mengharukan. Upacara itu dilaksanakan empat bulan lalu di pendopo taman budaya. Tidak banyak yang diundang karena masih terbatasi dengan protokol kesehatan; hanya beberapa teman dekat Daza, sesama seniman dan budayawan di kota itu yang hadir. Pada pigura satu lagi, tampak Sasha dan Daza bersama Deiya dan Teyo, kedua anak Sasha, berfoto di depan pendopo itu. Mereka berempat tertawa lepas sambil berpelukan hangat. Sasha tersenyum. Sekarang sudah tebersit apa yang hendak ditulisnya. Dikliknya kolom untuk meng- update stat...

INSECURED MIRROR #19 - TRY TO REACH YOU

Gambar
  DELAPAN bulan ternyata belum cukup bagi Juno untuk memulihkan diri sepenuhnya setelah dia terbebas dari kondisi koma. Berbagai pengobatan dan terapi intensif yang diberikan dokter sudah diikutinya dengan tekun, dan kondisi fisiknya memang berangsur pulih dengan cepat. Dia sekarang sudah bisa berjalan sendiri meski masih harus ditopang tongkat. Penyebabnya adalah luka tusuk yang mengenai salah satu syaraf tulang belakangnya. Kondisinya sudah aman karena tim dokter sudah berhasil menyambungnya kembali dalam serangkaian operasi saat dia masih belum sadar, termasuk operasi pada pembuluh darah dekat jantungnya yang juga terkena sayat. Namun, perlu waktu dan terapi lebih lanjut untuk sampai benar-benar pulih. Sudah dua bulan ini dia diperbolehkan keluar dari rumah sakit, tetapi masih harus berobat jalan seminggu dua kali. Saat dia masih menjadi penghuni tetap rumah sakit, terkadang rasa bosan dengan berbagai terapi yang harus dijalani membuatnya marah dan masih sulit mengontrol emosi...

INSECURED MIRROR #18 - REASON TO LIVE

Gambar
“SABAR, Mas. Mas Juno harus sabar menghadapi Ibu. Ibu memutuskan semua itu dengan pertimbangan matang setelah membahasnya panjang lebar dengan saya dan Dokter Dirgo, sepupu Ibu yang dokter bedah sekaligus pemilik rumah sakit itu. Semua ini buat kebaikan Mas Juno semata . Percayalah!” Handono, lelaki paruh baya yang sudah lama menjadi tangan kanan Aliya Notodiprodjo , ibunda Juno, berusaha menyabarkan Juno yang curhat kepadanya dengan emosi, ketika Handono datang sendirian menjenguk Juno. “Situasinya sangat kacau saat itu, Mas. Setelah saya mendapat informasi di kantor polisi, saya segera ke rumah sakit. Saat itu Ibu masih menunggu Mas Juno yang sedang dioperasi. Dia sangat marah saat saya laporkan bahwa pelakunya Mbak Netta . Belum pernah saya lihat Ibu semurka itu. Saya takut Ibu kena serangan jantung lagi mendengar hal itu, apalagi kalau ternyata Mas Juno sampai meninggal. Tapi, syukurlah, Ibu benar-benar kuat , Mas,” cerita Handono .   Sudah enam tahun ini Handono menjadi ...

INSECURED MIRROR #17 - COME BACK

Gambar
SUARA teriakan terdengar dari salah satu kamar perawatan VIP sebuah rumah sakit besar di Singapura . Seorang perawat berambut pirang bergegas menghampiri kamar 1203 itu. Pasien penghuni nya dipindahkan ke rumah sakit mewah tersebut dari sebuah rumah sakit di Indonesia dalam keadaan koma sejak tiga bulan lalu. Apa dia sudah sadar? —pikir sang perawat sambil membuka pintu.   Ternyata iya! Lelaki berambut hitam agak ikal itu memandang sang perawat dengan kebingungan sambil matanya mengitari ruangan itu, mencoba mengenali di mana dia berada. Tentu saja sia-sia. Tempat itu asing baginya. Dia hanya bisa menduga, terlihat dari peralatan dan perabotan yang ada di situ, bahwa dirinya berada di rumah sakit. Dia mencoba mengangkat kepala dan menggerakkan tangan dan kakinya, tetapi tubuhnya terasa sangat lemah. Berbagai alat yang menempel di tubuhnya juga membuat dia susah bergerak. “Di… di mana saya? Saya kenapa? Mana Sasha…?” Sepertinya perawat itu tidak mengerti bahasa Indonesia, ka...