Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2021

INSECURED MIRROR #16 - THE LOSS

Gambar
    “APAAA??? … Pesawat di- cancel karena cuaca buruk? ... Besok pagi? Shit! ” Juno mematikan telepon dari petugas tempat dia memesan tiket online tadi dengan kasar. Dia tak mau mendengar lagi penjelasan petugas itu. “ Arrrghhh! Berengsek! Siaaalll!” Hampir saja dia membanting ponselnya. Dia sangat kesal karena rencananya lagi-lagi harus dipatahkan oleh keadaan. Diraihnya botol bir di atas meja. Ditenggaknya lagi isi botol ketiga yang masih tersisa setengah itu. Di samping botol itu, dua lagi sudah kosong dan tergeletak sembarangan di meja. Habis dalam sekali teguk, botol kosong yang terakhir itu dilempar Juno ke tembok dekat Sasha yang masih duduk terikat. Pecahannya hampir mengenai perempuan itu. Sasha tersentak kaget dan menghindar sebisanya ketika Juno melemparkan botol bir ke dekatnya. Sudah berjam-jam dia terikat di kursi itu. Mungkin tadi dia sempat tertidur saking lelah dan lemasnya, hingga secara samar didengarnya pembicaraan Juno di ponsel. Dia baru benar-...

INSECURED MIRROR #15 - THE TRAGEDY

Gambar
  KEESOKAN harinya, saat matahari belum terbit dan Juno belum menampakkan diri lagi untuk mengambil sarapan, Sasha sudah memesan taksi online lalu mengungsikan Teyo dan Deiya ke rumah tantenya. Dia bilang, dia ada pekerjaan di luar kota beberapa hari sehingga tidak bisa mengawasi kedua bocah itu. Dia sudah meminta izin ke sekolah bahwa anak-anaknya tidak bisa masuk sekolah untuk sementara waktu dan akan belajar sendiri di rumah. Dia juga minta tolong ke wali kelas mereka agar PR dan materi pelajaran sekolah dikirimkan melalui surel ke tantenya. Untunglah, adik almarhumah ibu Sasha itu memang sayang pada anak-anak Sasha. Beliau tak keberatan membimbing mereka belajar dan mengurus mereka selama beberapa hari. Sasha sendiri menyewa sebuah kamar kos murah yang bisa dibayar mingguan, milik salah satu kenalannya. Dia tinggalkan rumahnya begitu saja tanpa pamit ke Juno. Koper-koper besar sudah dia siapkan di kamarnya. Tinggal diangkut nanti kalau Daza datang menjemput satu atau dua min...

INSECURED MIRROR #14 - AFTER THAT ...

Gambar
  DENGAN tubuh masih gemetar, Sasha menggenggam ponselnya, menelepon Daza, mengabarkan apa yang baru saja terjadi. Sekarang dia sedang duduk di tepi ranjangnya. Pintu rumah dan pintu kamar sudah dia kunci. “Kamu tenang, ya, Sa. Aku akan berusaha menyelesaikan proyekku dalam satu-dua minggu ini, lalu aku akan segera ke sana menjemput kamu dan anak-anak. Kamu persiapkan aja segala sesuatunya dari sekarang. Siapkan surat-surat penting dan barang-barang milikmu dan anak-anak yang perlu dibawa. Surat pindah domisili, izin pindah sekolah, dan gugatan ceraimu bisa kita urus pelan-pelan setelah kamu dan anak-anak aman di sini. Mudah-mudahan Juno nggak akan melakukan hal-hal gila lainnya sebelum aku datang. Aku yakin, kamu bisa jaga diri, kok.” “Iya, Daz. Aku akan baik-baik aja . Makasih, ya.” Sasha menutup telepon, lalu mengempaskan tubuhnya ke ranjang. Tangisnya pecah berderaian.          ¢   Melihat Sasha sudah pergi meninggalkan pavili...

INSECURED MIRROR #13 - "MY WORST ENEMY"

Gambar
  “ But I hide behind my skin, afraid of what's within. //  It’s my insecurity. It’s not you, it’s me. I’m my own worst enemy ... ”   SASHA kaget mendengar lagu yang tak sengaja terputar dari laman  YouTube di laptopnya itu. Dia sedang fokus mengerjakan order terjemahan sebuah naskah buku sehingga bagian awalnya terdengar selintasan saja. Namun, dia terpaku saat mendengar kalimat terakhir sebelum refrein dan bagian awal refreinnya tadi. Sungguh persis! Itulah dia sekarang: seorang perempuan yang hanya berani bersembunyi di balik kulitnya dan takut akan apa yang sebenarnya ada di sisi terdalam hatinya. Bukan Juno, melainkan dirinya sendirilah musuh terburuknya! Penasaran, segera dia klik halaman YouTube yang dari tadi tak dia lihat-lihat videonya dan asal mendengarkan lagu-lagu yang terputar saja. Insecure , dinyanyikan oleh Nikki Flores. Dia putar ulang dan cermati liriknya. Isi lagu itu secara keseluruhan agak beda dengan situasi yang sedang dia hadapi, tetapi poton...

INSECURED MIRROR #12 - THE REAL FEAR

Gambar
  LAMA Sasha duduk merenung di kamarnya. Dia makin tak mengerti akan ke mana takdir membawanya. Selama bertahun-tahun, hidupnya selalu penuh pertengkaran dengan Feus, karena suaminya itu tak juga mampu membuktikan diri sebagai kepala keluarga yang bertanggung jawab. Ada warna yang berbeda sejak dia mengenal Daza tiga tahun lalu. Keakrabannya dengan Daza di dunia maya sebagai sesama pegiat literasi membuat mereka saling jatuh cinta. Kehadiran Daza menjadi penguat Sasha menghadapi hari-harinya yang membosankan dan memuakkan; sekaligus memperkeruh rumah tangganya yang sudah lama kacau.   Sasha sadar, tak seharusnya dia melarikan dari kehidupan nyata yang harus dihadapinya sehari-hari, separah apa pun itu. Namun, jika segala upaya yang dilakukannya untuk membangun rumah tangga yang normal dengan Feus selalu jalan di tempat, bahkan kian tak tentu arah karena cuma usaha dari dirinya sepihak, tak bolehkah dia merasa lelah lalu mengharapkan kebahagiaan dari orang lain yang tulus men...

INSECURED MIRROR #11 - THE TEMPER

Gambar
  “MULAI hari ini, anak-anakmu aku yang antar ke sekolah!” kata Juno, saat dia mengembalikan nampan berisi peralatan sarapannya yang sudah kosong, pagi itu. “Kenapa?” Sasha bertanya bingung. Itu penegasan, perintah, titah; bukan tawaran bantuan! Memangnya dia siapa? Baru juga dua minggu dia tinggal di paviliun, tapi sikapnya itu seolah ....   “Karena aku udah punya mobil dinas!” jawab Juno dengan ketegasan yang berlebihan. “Kamu nggak lihat mobilnya kuparkir di halaman depan? Aku memang belum sempat cerita, tapi mestinya kamu udah lihat mobil itu ketika aku pulang kemarin sore.” “Lalu...?” Sasha masih memasang tampang bingung. “Yaaa...—lalu, karena aku udah ada mobil, kamu nggak perlu lagi ngantar anak-anak naik angkot tiap pagi. Aku aja yang antar! Aku juga yang akan jemput mereka pulang sekolah. Jelas?” Juno menegaskan dengan nada makin tak sabar. “Apa itu harus?” tanya Sasha, mempertahankan kesan bingungnya, tapi sekaligus terlihat menantang. “Harus, laaa...