INSECURED MIRROR - PROLOGUE
#30 Hari Menulis Novela - Metafora Pustaka
PEREMPUAN
itu hadir membawakannya sebuah benda yang sangat dia takuti:
cermin! Bukan, bukan cermin biasa yang menampakkan bayangan fisiknya sebagai seorang
lelaki jelang 40 tahun, melainkan kaca yang memantulkan teramat detail apa-siapa dirinya
seutuhnya: segala laku asli yang selama ini disembunyikannya.
Cermin itu dengan telak memperlihatkan sifat dan sikap yang
hampir persis dirinya, tetapi dalam rupa yang sama sekali berbeda: diri perempuan
itu sendiri.
Perempuan itu benar-benar telah meretakkan
kedirian yang selama ini dibangunnya, hingga dia hampir tak tahu lagi
siapa dirinya sebenarnya.
Perempuan itu sama terpananya. Dia merasa bagai menatap
sisi-sisi gelapnya, yang selama ini coba dia tenggelamkan
dalam-dalam, setiap kali laki-laki itu bersikap. Bedanya cuma, cermin itu lebih
gelap dan ekstrem daripada dirinya.
Lelaki itu tak dapat menerima kediriannya diusik oleh
seorang makhluk lemah yang hampir sempurna menampilkan segala “cacat-cela”-nya.
Meskipun sisi melankolisnya hampir menyerah pada ketulusan perempuan itu, dia tetaplah
lelaki yang tak suka disaingi, apalagi diserang balik pada sisi-sisi lemahnya.
Maka, dia
meradang.
Nyaris dibunuhnya perempuan itu, kalau saja ….


Komentar
Posting Komentar