INSECURED MIRROR #14 - AFTER THAT ...
DENGAN tubuh masih gemetar, Sasha menggenggam ponselnya, menelepon Daza,
mengabarkan apa yang baru saja terjadi. Sekarang dia sedang duduk di tepi
ranjangnya. Pintu rumah dan pintu kamar sudah dia kunci.
“Kamu tenang, ya, Sa. Aku akan berusaha
menyelesaikan proyekku dalam satu-dua minggu ini, lalu aku akan segera ke sana
menjemput kamu dan anak-anak. Kamu persiapkan aja segala sesuatunya dari sekarang.
Siapkan surat-surat penting dan barang-barang milikmu dan anak-anak yang perlu
dibawa. Surat pindah domisili, izin pindah sekolah, dan gugatan ceraimu bisa
kita urus pelan-pelan setelah kamu dan anak-anak aman di sini. Mudah-mudahan Juno
nggak akan melakukan hal-hal gila lainnya sebelum aku datang. Aku yakin, kamu
bisa jaga diri, kok.”
“Iya, Daz. Aku akan baik-baik aja. Makasih,
ya.” Sasha menutup telepon, lalu mengempaskan tubuhnya ke ranjang. Tangisnya pecah
berderaian.
¢
Melihat Sasha sudah pergi
meninggalkan paviliun lalu berlari masuk ke rumah utama dan menguncinya, sosok yang
bersembunyi di balik tembok itu menerjang masuk lewat pintu paviliun yang masih
terbuka lalu langsung menyambar kerah baju Juno dengan amarah membara.
“Jadi, seperti ini kelakuan kamu selama ini?! Pantas
kamu hampir nggak pernah pulang lagi dan betah banget di sini! Ternyata kamu
tinggal di rumah selingkuhan kamu! Dasar suami berengseeekkk!!!” Tinju sosok
itu menampar keras wajah Juno.
Juno mendorong sosok itu dari tubuhnya. “Nettaaa?!”
serunya kaget. “Apa-apaan kamu? Ngapain kamu ke sini?!”
Itu Netta, istrinya!
“Aku ke sini untuk membuktikan keberengsekan kamu!” Netta
meradang.
“Jadi, gimana? Sudah terbukti, kan? Puas kamu sekarang?!
Kamu sudah punya alasan kuat untuk menceraikan aku, kan?!” balas Juno dengan
tatapan mengejek.
“Kamu pikir aku akan sudi melepasmu buat janda gatel
itu? Enak banget! Detik ini juga, kemasi barang-barang kamu dan pindah kamu
dari sini! Kalau kamu nggak mau, aku akan laporkan perbuatanmu ke atasanmu
biar kamu dipecat!” ancam Netta.
“Kamu kira aku takut dengan ancaman kamu? Laporin aja
sana! Kamu jangan lupa, aku punya data-data korupsi perusahaan papa kamu. Kalau
kamu berani mencampuri urusanku, aku akan beberkan data-data itu ke polisi.”
Juno balik mengancam dengan nada tenang dan senyum kemenangan.
“Sialan, kamu!” Netta hanya mengumpat kesal.
“Ingat, Netta, mulai saat ini aku bukan lagi suami
penurut yang bakal mau menuruti segala kemauan istrinya yang gila. Pokoknya, aku
akan tetap tinggal di sini. Pergilah kamu, dan jangan pernah berani lagi datang
ke rumah ini, apalagi mengganggu Sasha dan keluarganya!”
Juno mendekat, mencengkeram leher hoodie
Netta, lalu mendorong tubuh Netta ke pintu dan membanting pintu itu. Mulai saat
ini, tak ada kompromi dengan siapa pun lagi! Perempuan-perempuan banyak ulah itu
akan menurut padaku!
Netta menggedor-gedor pintu dari luar dan
berteriak-teriak, “Tunggu pembalasanku, Juno! Aku akan bunuh kamu dan perempuan
sialan itu beserta anak-anaknya! Dengar, Juno, akan kubunuh kalian semua!!!”
®
Baca lanjutannya:


Komentar
Posting Komentar