Menjadi Boneka



Hari ini, aku merasa menjadi begitu boneka dalam permainan bersama yang entah berdasarkan aturan apa—entah gilir-giliran, entah oper-operan, entah lempar-lemparan, entah rebut-rebutan, atau petak-umpet yang tak kunjung ditemukan.  


Bisakah kaubayangkan dirimu menjadi sebuah boneka yang seakan tak punya rasa dan kehendak, yang dipermainkan sesukanya oleh …—aih, aku bahkan tak punya pemilik pribadi! Aku boneka milik bersama, tanpa aturan jelas siapa yang lebih dulu boleh memainkannya dan kapan.

Aku boneka serbabisa
bisa diapakan saja tanpa tangisan—apalagi jeritan.



20.04.17_vbvs

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bicara Hidup

Sebuah Geram, Sebuah Gumam