Refleksi atas Hari yang Begitu Panjang



(1) Jalan Salip/b

Kelewat sepi atau kelewat ramai?
Salip kanan, salip kiri---teramat mulus jalan terlihat.
Semulus itukah kita menyalibkan cinta,
dan Dia yang teramat Cinta?

03/04.03.15_vbvs


(2) 'Gambling'


Berbuah ataukah tidak, Anda sudah menyebar benih-benih
di ladang pikir para kami dan memupuknya dengan mimpi
kualitas teratas.

Sampai ke langitkah doa, atau tinggal
ladang Kain yang terbakar dalam gulana,
toh, Anda sudah mendoakan kesuburan benih-benih itu.

Memang, kelak, 'pabila jadi berbuah, kita 'kan mendirikan rumah
dari emas, memberi makan permata pada anak-anak kita,
dan memandikan istri-suami kita dengan minyak.

Bilanya gagal, ya, ya... tentu saja bukan salah Anda juga
---telah membenihi ladang-ladang tak subur kami dengan batu
yang tak bara.

03/04.03.15_vbvs


(3) Over

Lebihmu: kurangmu dan kurangmu: lebihmu
Kau lebih suka menggarang tanpa 'nelaah dahulu
Kau memang kurang pikir bahwa proteksimu terlalu
dan cuma bikin kau malu karena sudah menggangguku

Hei, kaupikir lakimu terlalu seksi sampai layak kukoleksi?
Dikolak pun tak bakalan enak!
Matilah kau diracun cemburu, Mak!

03/04.03.15_vbvs


(4) Rekayasa

Kau terlalu terbiasa mereka-reka aku,
hingga hampir tiada lagi pazelku yang gagal kaureka-ulang.
Karena memang hidupku adalah melulu pengulangan,
meski tak pernah pula aku gagal ujian dan harus remedial.
Mengherankan juga, kan, sebab katamu aku pintar
tetapi teramat bodoh sekaligus ular.

Soal bagaimana kau masih saja betah diperalat,
tak usahlah kau berkelit, karena nyata selalu bagiku
bahwa cintamu tak pernah tak setinggi langit.
Segala kata berbisa yang kauucap sampai mulutmu berbusa
cumalah rekayasa untuk pastikan hatiku saja, bukankah?

Maka, 'pabila kau t'lah sesungguh yakin apa-bagaimana sebenar aku,
mestinya cukup sampai di sini kita bermain-main ambigu.
Karena setega apa pun kausetel bom waktu di atas kepalaku,
tetaplah pada detik meledaknya kau akan memelukku seerat.
Dan, aku---si bodoh pelaknat ini---hanya bakal diam di tempat;
tak 'kan kulempar bom itu lari menjauh, walaupun bisa kulaku.

"Ya, kurasa aku akan lebih suka bersatudekap,
menyekarat bersamamu; lekap."

03/06.03.15_vbvs

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bicara Hidup

Sebuah Geram, Sebuah Gumam